Seputar SPMB Jabar

Dipublikasikan pada 30 May 2026

Seputar SPMB Jabar
Berita Sekolah 30 May 2026

Seputar SPMB Jabar

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 tingkat SMA/SMK diwarnai gelombang protes dari para orang tua murid akibat kendala teknis sistem dan perubahan data secara tiba-tiba. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan meninjau langsung dan meminta masyarakat tidak panik karena proses saat ini masih dalam tahap pemetaan.Kisruh Sistem SPMB Jabar 2026: Orang Tua Datangi Disdik hingga DPRDKantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat dan gedung DPRD Jabar dipadati oleh ratusan orang tua dan siswa yang mengeluhkan berbagai kejanggalan dalam tahapan SPMB. Keluhan utama mencakup aplikasi yang sempat error, akun peserta yang bermasalah, hingga perubahan skor dan peringkat secara drastis dalam sistem.Salah satu sorotan datang dari Ketua OSIS SMPN 13 Bandung, Zinedine Yazid Zidane, yang bersama perwakilan siswa lainnya melakukan audiensi dengan Komisi V DPRD Jabar. Ia mengadukan penurunan nilai secara tiba-tiba yang dialaminya, baik untuk jalur pendaftaran di Sekolah Maung maupun jalur reguler di SMAN 8 Bandung.Tanggapan Gubernur Jawa Barat dan Evaluasi DisdikGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau orang tua dan siswa untuk tidak panik menghadapi kisruh ini. Ia meluruskan bahwa proses yang sedang berlangsung saat ini adalah Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), bukan tahapan penerimaan atau PPDB resmi."Artinya masih ada harapan bagi kita untuk memperbaiki," tegas Dedi Mulyadi. Ia memastikan berbagai kendala seperti erornya sistem atau perubahan data akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan agar hak setiap pendaftar tetap terlindungi sebelum penutupan sistem dilakukan. Pihak Disdik Jabar juga menegaskan bahwa mereka akan menindak tegas jika terbukti ada praktik kecurangan, seperti jual beli kursi.